Popular Posts

About Us

Majalah Islam dengan tag line Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat ini memiliki karakter media interaksi dalam membangun komunikasi >>

Arsip Blog

Berpikir dan Berjiwa Besar

“Yang membedakan manusia diatas rata-rata dengan di bawah rata-rata adalah kebesaran pikiran dan jiwanya” -Aforisme The7Awareness-
Dulu, ada cerita di sebuah perkampungan di Inggris, sebuah tempat yang biasanya menjadi para peziarah atau pedagang menginap. Penginapan ini memiliki tempat tidur ukuran 2 meter. Satu hari mereka kedatangan tamu yang ternyata tingginya melebihi 2 meter. Kontan saja, para pemilik penginapan kebingungan, karena ranjang mereka kekecilan.


Akhirnya, ketika tamu-tamu sedang tidur, pemilik penginapan tersebut bukan memperpanjang tempat tidurnya akan tetapi ia memotong kaki para tamunya agar memiliki ukuran yang sama dengan tempat tidurnya.

Cerita kuno ini menggambarkan kepada kita tentang pikiran yang sempit yang sering terjadi dalam hidup, ketika sedang menghadapi masalah yang ada di depan mata.

Dalam training The 7 Awareness : 7 Kesadaran Hati & Jiwa Menjadi Manusia Di atas Rata-Rata dikatakan bahwa manusia di atas rata-rata terbentuk dari 4 elemen dasar yang berbeda, yaitu badan (body), pikiran (mind), hati (heart) dan jiwa (soul).
Pertama, badan (body), bagian ini membutuhkan makanan sehat dan halal. Olah raga juga merupakan bagian yang terpenting untuk menjaga kesehatan tubuh kita agar menjadi manusia di atas rata-rata.

Kedua, pikiran (Mind), makanan untuk pikiran adalah belajar dan senantiasa positif dalam keadaan apapun. Semakin kita berpikir positif, maka kita akan semakin menjadi apa yang kita pikirkan, sebaliknya jika kita berpikir negatif maka kita kehabisan tenaga dalam rutinitas sehari-hari.

Ketiga, hati (Heart), makanan untuk hati adalah cinta dan memberi, semakin kita sering memberi, maka kita akan semakin menemukan makna dari hidup ini, sebaliknya jika kita hanya bisa menuntut maka kita akan kehilangan makna-makna dalam hidup kita.

Keempat, jiwa (Soul) ini adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan, jiwa membutuhkan makanan adalah keikhlasan. Saya memiliki sahabat yang kondisinya mengenaskan setelah ia berusia 12 tahun, kedua kakinya harus diamputasi karena kecelakaan sebuah kereta.
Masa-masa sulit ia lewati dengan ketidakyakinan, setiap berangkat ke sekolah banyak yang menganggap hidupnya akan kiamat selamanya, banyak temannya mengguncing bahwa ia cacat dan tidak mungkin sukses dalam apapun. Bahkan ibunya pun mulai putus asa bahwa ia akan bisa melewati semuanya ini, namun ia tetap tegar dan berdamai dengan segala kemarahan dan ketidakberdayaan dalam dirinya.

Apa yang terjadi ketika usianya 10-20 tahun, akhirnya ia berhasil menunjukan kepada dunia tentang semangat dan terus berjiwa besar. Justru kekurangan itu menjadi daya ungkit (OMA) bagi dirinya, ia menyadarkan saya dengan terobosan yang luar biasa, ia memiliki keluarga yang harmonis, istri yang cantik dan penyayang, bukan hanya itu ia berhasil menulis sebuah buku yang sangat popular, ia juga berhasil mendaki gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro dengan kursi rodanya.

Suatu hari saya jemput sahabat saya di Bandara, dia datang sendiri dengan kursi rodanya, banyak orang merasa iba dengan dirinya di Bandara Soekarno Hatta, namun ia berkata kepada saya bahwa ia adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.

Saya bertanya “Mengapa?”. Ia menjawab “Karena saya memiliki pikiran dan jiwa yang besar.” Sambil tersenyum kepada saya. Mungkin anda tahu siapa sahabat saya, ia adalah Tonny Cristiensen, yang telah tunjukan kepada dunia bahwa selama kita mampu berdamai dengan diri kita sendiri maka kita akan menguasai dunia ini.

Tonny menunjukan kepada saya bahwa kekuatan jiwa dan pikiran yang besar mampu menaklukkan dunia walaupun keadaan sangat sulit menghimpit kita. Dari inspirator Tonny Criestiensen, saya bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa untuk menjadi manusia di atas rata-rata dengan memiliki pikiran dan jiwa yang besar terdapat hambatan yang harus kita temukan.

< >
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih untuk kesediaannya bertandang dan sekedar mencoretkan beberapa jejak makna di blog ini. Sekali lagi terimakasih. Mohon maaf jika kami belum bisa melakukan yang sebaliknya pada saudara-saudari semua.

Get Update Article on FacebookX

Find Us on Facebook

Get Update Article on Google+X

Follow Us on Google+