Tuesday, October 17, 2017

, , , , , , , , ,

Masjid Malmo


Skandinavia merujuk kepada dua negara, (Norwegia dan Swedia) yang terletak di Jazirah Skandinavia, ditambah Denmark.

Jazirah Skandinavia mempunyai populasi yang rendah dan ditutupi dengah hutan pinus, birch dan, cemara. Di bagian barat dan utara terdapat pegunungan. Pegunungan Skandinavia adalah salah satu pegunungan tertua di dunia. Gunung yang tertinggi adalah Galdhøpiggen di Norwegia.

Denmark adalah negara Skandinavia yang terkecil, populasinya lebih padat, dan kebanyakan dari lahannya digunakan untuk pertanian. Kopenhagen, ibukota dari Denmark, adalah kota terbesar di Skandinavia.

Skandinavia adalah bagian dari Negara Nordik yang juga mencakup Islandia dan Finlandia. Kelima negara ini mengkordinasi aktivitas politik dan kebudayaan di Dewan Nordik. Denmark, Finlandia, dan Swedia adalah anggota Uni Eropa. Sedangkan Norwegia dan Islandia adalah anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA).

Source : gomuslim.co.id
Publisher: masjid kita - 11:40:00 AM

Monday, October 9, 2017

, , , ,

Muslim Skandinavia


Warga Muslim Skandinavia Kini Resmi Miliki Masjid Terbesar di Kota Malmo. Masjid terbesar di Skandinavia dibuka pada awal Mei 2017. Masjid ini memudahkan umat Muslim di daerah tersebut melakukan ibadah, khususnya juga bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus, fasilitas untuk wanita dan anak-anak untuk melaksanakan ibadah shalat

Publikasi Qatar News Agency melaporkan Masjid bernama Umm Al-Mu'minin Khadijah di kota Malmo, Swedia ini berafiliasi dengan Wakf Scandinavia di Swedia. Dibangun di atas lahan seluas 1791 meter persegi dan masjid ini dapat menampung 2.000 jamaah.

Direktur Departemen Urusan Islam di Kementerian Awqaf dan Urusan Islam, Khalid Shaheen Al Ghanim mengatakan bahwa masjid tersebut dibangun dan dilengkapi oleh Kementerian Awqaf dan Urusan Islam di negara bagian Qatar dengan biaya lebih dari 3 juta euro.

Source ; gomuslim.co.id
Publisher: masjid kita - 11:34:00 AM

Tuesday, October 3, 2017

, , , ,

Muslim di Norwegia


Pertumbuhan populasi Muslim di negara-negara Barat kian pesat, tak terkecuali di Norwegia. Tampak seperti pemberontakan terhadap tatanan masyarakat liberal, kini semakin banyak pemuda Norwegia yang masuk Islam. Mereka melihat Islam mampu menawarkan tujuan hidup dan menunjukkan pedoman yang selama ini hilang dalam masyarakat.

Menangkap fenomena itu, koran Aftenposten meluncurkan serangkaian laporan selama akhir pekan ini tentang Islam di Norwegia. Menurut para peneliti, jumlah etnis Norwegia yang masuk Islam meningkat dari sekitar 500 orang pada akhir tahun 1990-an menjadi sekitar 3.000 hari ini.

Kini, jumlah Muslim Norwegia diperkirakan mencapai 150 ribu dari 4,5 juta penduduk negara itu, sebagian besar dari Pakistan, Somalia, Irak, dan Maroko.

Source : www.republika.co.id
Publisher: masjid kita - 11:34:00 AM

Friday, September 29, 2017

, , , , , ,

Perizinan Masjid Indonesia di Myanmar Selesai


Manila, 2 Sya’ban 1438/29 April 2017 (MINA) – Di sela kunjungannya ke Filipina, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan State Counsellor Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi (Daw Suu) di Manila, Sabtu (29/4). Kedua pemimpin negara membahas sejumlah isu kerjasama bilateral termasuk rencana pembangunan masjid Indonesia di Myanmar yang saat ini bergulir.

Pada pertemuan yang berlangsung di ruang Hotel Sofitel, Philippine Plaza, Manila, Daw Suu mengatakan kepada Jokowi semua masalah perizinan masjid telah selesai sehingga konstruksi dapat dimulai sesegera mungkin.

“Presiden dan Daw Suu sendiri sempat membicarakan seputar pembangunan masjid di Rakhine. Daw Suu mengatakan semua masalah perizinan telah selesai sehingga konstruksi dapat dimulai sesegera mungkin,” tulis Kemenlu dalam sebuah pernyataan yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Selain itu, Jokowi juga berkomitmen menawarkan bantuan kerja sama kepada pemerintah Myanmar. Tidak hanya bantuan yang bersifat segera seperti pengiriman kontainer kemanusiaan beberapa waktu lalu, tapi juga kerja sama antara kedua negara yang bersifat jangka menengah dan jangka panjang.

“Intinya adalah agar Rakhine State ini bisa berkembang menjadi sebuah wilayah yang maju secara inklusif, yang tidak terjadi diskriminasi, dan sebagainya,” ungkap Menlu Retno Marsudi yang mendampingi selama pertemuan.

Lebih lanjut, dalam pertemuan yang berlangsung 30 menit itu juga membahas pengembangan kapasitas sumber daya Myanmar, utamanya mengenai kebutuhan akan pelatihan bagi para polisi Myanmar.

“Jadi secara nasional kalau dilihat dari jumlah, maka Myanmar itu hanya memiliki separuh dari kebutuhan polisi. Pernah disebut bahwa jumlah yang dimiliki sekitar 80 ribu tetapi sebenarnya jumlah yang diperlukan adalah 160 ribu. Daw Suu mengatakan ingin bekerja sama dengan Indonesia dalam rangka capacity building untuk polisi-polisi,” kata Retno.(L/RE1/P2)

Source : mirajnews.com
Publisher: masjid kita - 3:02:00 PM